Hi there! Do you miss my post? LOL. Anyway, I never stop writing. I just rarely post things in this blog because… I don’t know. Maybe I just don’t wanna share my random thoughts and unimportant stories here.
Kemarin-kemarin ada yang mengganggu pikiran saya. Saya membaca tweet dari seorang teman yang mengobrol dengan seorang bapak-bapak tukang sol sepatu. Di tweetnya itu, teman saya menulis:
“habis ngobrol2 sama tukang sol sepatu. miris denger istrinya udah meninggal, anak ada 6.. trus tinggalnya di kamar 4x5”
Kalau lagi ketemu sama hal-hal seperti ini, ntah itu saya sendiri yang ngobrol sama orang-orang seperti bapak sol sepatu itu, ataupun mendengar atau membaca pengalaman orang lain, saya pasti langsung merasa sangat bersyukur dengan keadaan saya yang sekarang. Tiba-tiba saja hasrat saya yang pengen ini-itu hilang begitu saja, bayangan iPad terbaru dari apple, iMac untuk jadi desktop saya, mobil buat ke kampus, SLR yang udah dipengenin dari beberapa tahun lalu, handphone baru, dll semuanya tiba-tiba aja jadi nggak menarik buat saya.
Syukur-syukur saya bisa makan 3 sehari (bahkan kadang lebih), syukur-syukur saya bisa kuliah di kampus yang bayaran bisa dijadiin modal untuk buka toko, syukur-syukur saya bisa les Bahasa Jerman dan Perancis, syukur-syukur saya masih bisa nonton bioskop (hampir) seminggu sekali, syukur-syukur saya bisa ngerasain makan J.Cool.
Kalau sudah sampai di tahap itu, biasanya saya langsung mikir agak jauh lagi. Kok, rasa-rasanya dunia nggak adil ya?
Ada orang yang kaya banget dan keluarganya juga bahagia banget, di sisi yang lain, masih bisa juga ketemua sama orang yang sudah hidupnya serba kekurangan, keluarganya juga nggak harmonis (atau mungkin malah sudah kehilangan anggota keluarganya). Sementara ada orang-orang kaya yang mengeluh karena uang sakunya tinggal 500 ribu disaat weekend, orang-orang yang serba kekurangan malah bersyukur banget punya 50,000 di saat weekend, lumayan untuk ngisi perut.
Orang tua saya juga pernah merasakan menjadi orang yang hidupnya dalam taraf “cukup”. Nenek saya (Mbah Yi) adalah ibu dari 7 orang anak. Eyang kakung saya (suami Mbah Yi) sudah meninggal sejak ibu saya (anak terakhir) masih kecil. Jadilah, nenek saya yang harus kerja banting tulang untuk membiayai hidup ketujuh orang anaknya. Nenek saya sering cerita, menu makanan keluarganya dulu cuma nasi, pakai parutan kelapa saja ditambah satu telur dadar yang dipotong jadi 8. Nenek saya juga cerita betapa senengnya anak-anak nenek saya kalau ada nikahan orang, karena berarti itu tandanya mereka semua bisa makan daging. Saya nggak terlalu tau tentang keluarga bapak saya karena saya memang nggak terlalu deket sama keluarga bapak saya.
Tapi, dari cerita-cerita nenek saya itu, kurang lebih saya dapet gambaran seperti apa sih yang dirasakan sama bapak –bapak sol sepatu itu. Memang bener, saya nggak pernah bener-bener ngerasain hidup tanpa ibu, dan tinggal di rumah yang berukuran 4x5, tapi, dari kecil saya diajarin ‘hidup susah’ kok sama nenek saya. Walaupun saya memang cucu kesayangan nenek saya, dan saya sering banget dapet uang saku tambahan yang jumlahnya wow banget buat saya, tapi nenek saya selalu ngingetin saya kalo keluarga saya dulunya juga orang susah. Saya pernah kok ngerasain makan nasi sama garem doang, kalau saya pulang ke Sumberjo, ke desa Kapas, saya diajak ke rumah orang-orang yang memang kekurangan.
Saya jadi ingat lebaran terakhir saya di Bojonegoro, di Desa Kapas. Saya mengunjungi sebuah rumah yang terbuat dari anyaman bambu. Yang meninggali rumah itu adalah seorang nenek yang sudah sangat berumur. Nenek itu tinggal sendirian, di rumah berukuran sangat kecil, di mana dapur dan ruang tidurnya jadi satu, Nggak ada ruangan lain di dalam rumah itu. Untuk membuka pintunya pun susah. Kondisi kesehatan nenek itu sudah cukup buruk. Nenek ini nggak punya anak maupun cucu. Oleh karenanya beliau tinggal sendirian, tapi nggak sekalipun beliau merasa kesepian. Beberapa anak muda di desa itu, yang rumahnya dekat dengan beliau, nggak pernah ragu untuk membantu beliau, mulai dari mencarikan bahan makanan, sampai membenarkan rumah beliau kalo kondisi rumahnya sudah mulai miring-miring (seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, rumah beliau hanya terbuat dari anyaman bambu). Bagi beliau sekumpulan anak muda yang selalu membantu beliau itu seperti cucu-cucu yang tak ternilai harganya. Bahkan, ketika saya mengunjungi nenek itu sambil membawa sedikit makanan yang memang sengaja dibuat untuk dibagi-bagikan pada warga sekitar situ, sang nenek malah memanggil anak-anak muda yang biasa membantu beliau dan mengajak mereka makan bersama beliau, padahal, saya yakin beliau jarang sekali mendapat makanan seperti yang saya bawa saat itu, dan saya juga yakin kalau untuk anak-anak muda yang biasa membantu beliau, makanan yang saya bawa saat itu adalah hal yang bisa mereka dapatkan di rumah mereka. Tapi, bagi sang nenek, berbagi makanan dengan mereka yang merupakan hal yang lebih mengenyangkan daripada jika beliau sendirian menghabiskan semua makanan yang saya bawa kesana. “Aku iki wis tuwo. Panganan iku rasane wis podo kabeh. Rosone wis podo, ra ono bedane. Tapi yo nek aku mangan karo bocah-bocah iki baru ono rosone. Enake keroso.”, Kira-kira begitu yang dikatakan beliau dulu. Artinya dalam bahasa Indonesia kira-kira: “Aku ini sudah tua. Makanan rasanya sudah sama semua. Rasanya sama, nggak ada bedanya. Tapi kalau aku makan bersama anak-anak ini baru ada rasanya. Enaknya kerasa.”.
Saya nggak pernah tau persis apa yang mereka rasakan, baik sang nenek yang baru aja saya ceritakan, maupun bapak sol sepatu yang ditemui teman saya. Tapi, setiap kali saya disadarkan dengan keadaan orang-orang seperti itu, saya makin kembali bisa merasa bersyukur. Bahkan sekarang ini saya sangat bersyukut bisa mengetik di sebuah macbook, ah, tidak usah macbook, seandainya pun saat ini saya cuma bisa mengetik lewat sebuah mesin tik pun saya akan sangat bersyukur, setidaknya saya mempunyai sesuatu yang bisa saya pakai untuk menuangkan apa yang ada di kepala saya saat ini.
Saat ini, saya cuma bisa berterimaksih pada Tuhan atas apa yang sudah ada pada diri saya. Saya tau saya masih banyak mengeluh belum bisa bersyukur, masih banyak keinginan. Tapi, setiap kali saya merasa begitu banyak yang saya inginkan, biasanya Tuhan selalu kembali mengingatkan saya untuk kembali mengintip ke bawah, melihat realita yang tidak selamanya manis. Realita yang memang pahit, tapi memang nyata, memang ada, memang bisa dilihat, didengar, dan dirasa. Di titik inilah saya sadar bahwa saya tidak seharusnya hobi mengeluh. Mungkin saya harus kembali ke Sumberjo, menengok kembali desa di mana nenek saya mengajarkan banyak hal. Atau mungkin sebenarnya saya hanya harus kembali menemukan quality time saya dimana saya bisa merenungkan banyak hal daripada hanya sekedar mendownload begitu banyak file ke dalam macbook saya dan lalu menggerutu tak habis-habis ketika saya sadar bahwa harddisk saya tidak cukum untuk menampung semua hasil download-an saya, dan kemudian gerutu itu akan berlanjut pada racauan tak terhingga tentang betapa saya mengingnkan sebuah harddisk eksternal.
Mungkin, tweet dari teman saya adalah sebuah pancingan dari Tuhan supaya saya kembali bisa bersyukur setelah saya terlalu lama takabur dalam hal-hal keduniawian.
Hi all! Udah lama banget nih nggak curhat di sini. Kalo baca judulnya, kesannya aku bakalan jadi kritikus film gitu, ngasi tau perkembangan film Indonesia, yang bagus apa, yang jelek apa. Padahal nggak kok. Dan aku juga nggak bakalan nulis review film. I’m not good at reviewing anyway.Aku cuma mau cerita aja kalau selama dua minggu ini aku nonton beberapa film, dan tiga di antaranya adalah film Indonesia.
Dua minggu ini, duit aku habis buat nonton melulu. You know lah ya, nasib mahasiswa yang uang sakunya pas-pasan tapi maksa buat nonton demi menghilangkan rasa penasaran. Hehehe. Aku nonton “The Spy Next Door”, “Suster Keramas”, “Sherlock Holmes”, “Hari Untuk Amanda”, dan yang terakhir “Rumah Dara” Agak kaget aja sih. Tiga dari lima film yang aku tonton justru film Indonesia. Padahal, biasanya film Indonesia tuh ada di list terakhir dalam daftar nonton.
OK, so film Indonesia pertama yang ditonton adalah “Suster Keramas”. Cukup lucu dan menghibur. Tapi, kalo ditanya bagus atau nggak? Errrrrrr, aku sih nggak mau bilang bagus ya. Standar film horor-bokep lah. Bahkan, temen aku pernah bilang, “Jeng, nonton Suster Keramas yu. Rame tuh! Film toket!” Buset dah! Serem amat istilah temen aku: “Film Toket”. Setelah berdiskusi sama Nanda, unnie aku, kita sepakat bahwa film “Suster Keramas” mengandung 70% bokep, dan 30% horor. Jadi, simpulkan sendiri filmnya seperti apa.
Film kedua, “Hari Untuk Amanda”. Dari judulnya udah keliatan keambiguan kalimat (cie, bahasa aku asik banget deh). Hari (nama orang) untuk Amanda atau satu haru untuk Amanda? Nah, temukan sendiri jawabannya di film ini. Filmnya BAGUS! Nggak sinetron. Cinta-cintaan tapi nggak basi. Bikin mikir-mikir kalo mau nikah. Dan above all, Pemainnya dong: OKA ANTARA!!!! Duh!!! Tuh cowoooook!!! Keterlaluan gantengnya! Undeniable! Hehehe, tapi, diluar dari aktor ganteng itu, aku suka Hari untuk Amanda. OK kok, filmnya. Tonton deh.
Dan yang terakhir. “Rumah Dara”. GILAAAAAAAAAAAA!!
Sampai disaat aku ngetik ini, aku masih lemes gara-gara nonton Rumah Dara!
Tadinya hari ini aku masih ragu-ragu sih, mau nonton atau nggak. Soalnya aku males nonton kalo nggak ada unnie aku. Bukan karena apa-apa. Tapi, at least, aku tau ada yang sama-sama takut sama aku kalo ada dia. Hehehehe.
Tapi, akhirnya tadi setelah ketemu sama Bejenk, Maya dan Yoka (the master of alay), akhirnya (tanpa sadar) aku memutuskan untuk ikut nonton.
Dan, walaupun aku udah baca beberapa tweets yang bilang kalo film Rumah Dara ini bagus, aku gak percaya kalo belom ngebuktiin sendiri. Dan ternyata… DAMN!!! WATTA MOVIE!!!!!!!!!!!!!!!!!! COOL!!! Me, myself, don’t like slasher movies. Tapi, aku akuin lah, emang ini film oke banget! COOL! Aku takut sih nontonnya dan berkali-kali berusaha nutupin mata (tapi selalu gagal nutup mata karena penasaran sama adegannya). Dan Arifin Putra…. Hmmmm, I like man with power *blush*. Hahahahahaha. Damn! I LIKE HIM VERY MUCH!!!
Hmmm, ok. Kembali ke judul di atas? Kemajuan film Indonesia? Yaaaaaaa, gimana yaaaa… Aku juga gatau sih (I’m not into movies). Tapi, seneng aja. Soalnya dua dari tiga film Indonesia yang aku tonton, layak tonton. Semoga aja kedepannya makin banyak film-film Indonesia yang bagus. Amiin! (Ngomong-ngomong, aku belom nonton Pintu Terlaran dan Fiksi. Ada yang punya DVD/VCDnya? Pinjem dong. Hehehe)
Don’t protest, peeps. Sometimes, I just cannot keep my childish personality to stay inside. Sometimes I release her to have some fun. So, I let her drew on my Sony Ericsson P990i. And here’s the result:

She drew 5 animals: cow, pig, chicken, squid, and sheep. But then, she edited with the help from adobe photoshop:

She smiled. It’s kinda errrr cute? Whatever! But, Maybe need more colors! Re-edited! And the result:

Cool, huh?
What??? Just so-so?????
OK! Whatever you say, I will keep it here, in my blog. I like this picture! :D
What can a 10 years old girl can do? She can whimper to her dad if her dad didn’t allow her to do something or to buy something, she can collect barbie if she really want it and of course if her parents wanted to buy it for her, she can go to school everyday and make troubles at school or maybe has a fight with boys. She can do everything that normal in her age.
But I’m not gonna write about those 10-years-old girls that just ordinary. Yesterday when I did the blogwalking to Annisa’s blog, I found a post about a girl named Evita Nuh.
She’s a 10 years-old girl. But she’s extraordinary! Just wanna warn you, don’t click the link to her blog if you’re not ready enough. I’m afraid that you’ll be shock and desperate just like me when the first time I read her blog.
OK, back to Evita Nuh. She’s a very young girl but seems like she really understands fashion! FGS peeps, I don’t understand fashion AT ALL!! But based on people’s comments, I conclude that, YES, she understands fashion! In addition, she writes her blog in english. And I could say her english is magnificent! Yes, I know, maybe now you’re about to say: “Jeng, it’s normal to write blogs in english”. But hey! She is still 10 years old!!!. Then, you’re gonna argue me: “So what? She is probably in international school or whatever school that uses english in daily”. OK, OK, you’re right. But still, you must read her blog by your own to understand how extraordinary she is. Maybe writing in english is just ordinary. But, the way she write is incredible! As a 10 years old girl, her writings tells us a great story yet simple and understandable. Ah, it’s so hard to describe how great is her blog by just writing it here. Like what I said before, you MUST open her blog by your own, then you’re gonna understand why I mention her as an extraordinary girl.
And, what I adore the most from her is even though she’s still young. Don’t you think 10 is young??? She already found her desire. Contrary to me. An almost 20 years old girl that still looking forward to my desire. I even just realize that I chose a wrong major! Blah, IR is not so me!
OK, peeps I ran out of words whenever I talk about her. Just come straight away to her blog to prove what I said.
WARNING: Don’t be too surprise! I’ve warned you that she’s extraordinary!
telat kali ya aku baru bikin formspring sekarang, tapi gapapa deh. kalo mau nanya2 apapun itu bebasss.. ayo tanyaaa :D
Aneh banget rasanya sekarang liat kalender baru yang tulisannya 2010. Tahun kemaren kerasa kilat banget selesainya. Kayaknya aku cuman ngabisin beberapa hari di tahun 2009, tiba-tiba aja udah bulan Desember dan tanggal 31 udah lewat, jam 00:00 heboh banget di luar rumah pakde aku, orang-orang pada nyalain mercon, kembang api dan sejenisnya. Terus, tidur sebentar, bangun-bangun udah jam 10 pagi di tanggal 1 Januari 2010.
Akhir tahun kemarin aku lewati dengan kegemilangan di blog wordpress aku yang statnya sampe 300 lebih dalam waktu dua hari! Terimakasih yaa yang udah nyempetin baca tulisan nggak mutu tentang apple di sana. Seneng sih, karena akhirnya banyak yang komentar di blog itu (cuma 8 orang sih yang komentar. Tapi, komennya bukan komen yang cuma sekedar say hi. Komennya ngebahsa tentang tulisan aku! Seneng banget deh).
Selain itu, karena akhir tahun ini pas banget sama liburan aku dan de adit (aku lupa sih, tahun-tahun kemaren tuh aku sama de adit lagi libur juga ataw ngga), jadi sejak tanggal 28 Desember aku udah ada di Jakarta. Gosh! Dari kecil sampe segede ini, aku nggak pernah ngerubah rasa ngga suka aku ke Jakarta! That’s why I chose to live apart from my parents when they moved to Jakarta. Sebenernya sih, stay di Jakarta selama 3 hari aja aku udah ngeluh-ngeluh melulu. Dan kemaren, aku harus ada di sana selama seminggu. Ya, ya, sebagai manusia yang tergila-gila sama vampire aku bener-bener lemes kalo disuruh lama-lama di tempat sepanas Jakarta! Aku ngeluhnya non-stop gitu! Padahal kalo ada vampire beneran juga, aku rasa dia nggak akan ngeluh selebai aku (kalo vampire asli pasti udah mati meleleh duluan sebelom sempet ngeluh). Untungnya hari ini aku udah ada di Bandung! Oh, I love Bandung so much! Apalagi pas sampe Bandung, pas lagi hujan! Bandung+hujan=comfy!
Eh, eh, ada yang lucu deh pas malem taun baruan. Aku lagi liat-liat kembang api sama mama, papa, de adit, mbak ria, pakde on, dan bude retno. Terus, mama tiba-tiba membuka pembicaraan:
Mama: Mbak, tahun ini interupsinya apa?
Ajeng: Interupsi? Apaan ma?
Mama: Itu tuh, kayak artis-artis! Kan di TV pada diwawancara interupsi 2010 apa aja.
Ajeng: Interupsi? Resolusi bukan maksudnya?
Mama: Hahaha! Iya! Itu maksudnya. Udah kayak artis ya nanya-nanya resolusi.
Dasarrrr, mama!!
==============================
OK, menjawab pertanyaan mama tentang resolusi 2010: resolusi aku mah ga banyak-banyak lah kali ini. Daripada banyak yang ga kesampeannya (curcol nih, taun 2009 banyak pengennya tapi yang kesampean.. errr.. ada nggak ya yang terrealisasi?? Sepertinya nggak! hahaha.). Dan ini lah resolusi Ajeng Saraswati Putri di tahun 2010:
- dapet topik seminar
OK! OK! Untuk yang satu ini sih harusnya bukan aku masukkin ke list resolusi tapi emang WAJIB DAPET!!!! Walaupun sampe sekarang jujur aja ya, aku ngerasa aku salah jurusan. Aku nggak suka tuh politik-politikan, nggak suka baca koran (bukan nggak suka sih, tapi males), dan nggak jago bahasa inggris, tapi malah masuk HI. Tapi ya udah kepalang tanggung juga sih. Masa iya aku mau berhenti sekarang? Telat abis!! Udah ngabis-ngabisin duit juga. Jadi, mau nggak mau aku harus selesaiin studi HI aku kan?
Sekarang udah mulai SEDIKIT bisa menikmati acara bikin paper sih. Walopun pada kenyataannya lebih menikmati nulis review tentang apple. Hihihi.
Pokoknya intinya, AKU HARUS DAPET TOPIK SEMINAR!
- move on!
Errrrr, apapun yang berhubungan sama move on-nya Ajeng, berarti berhubungan sama Ultraman. Aku rasa selama 3 tahun kemaren, aku nggak pernah nulisin ‘move on dari ultraman’ di daftar resolusi aku.
Kenapa?
Aku juga nggak tahu. Apa karena aku emang masih belom mau move on dari dia, apa karena aku masih pengen ngerasain weird feeling yang ada setiap kali aku inget dia, apa karena aku nggak inget kalo emang aku HARUS move on dari dia, atau ada alasan lain? Aku juga nggak tahu, tapi, kali ini, tahun ini, aku harus move on dari dia.
Kalo tahun ini aku masih belom bisa move on dari dia, aku jahat banget ke temen-temen aku yang udah sekian lama ngeyakinin kalo aku bisa move on dari dia, aku jahat banget sama temen-temen aku yang udah nyemangatin aku tiap kali aku mellow mendadak cuma gara-gara keingetan dia. Maaf ya temen-temen, aku udah nyusahin selama BERTAHUN-TAHUN cuma gara-gara satu makhluk yang aku sebut ultraman. Aku janji, tahun ini, nggak ada lagi mellow-mellow-an untuk ultraman. Makasih yaaa buat semuanya selama beberapa tahun kemaren. Tolong, tahun ini kalo aku meracau lagi karena ultraman, gaplok aja, toyor aja, siksa aja, jambak aja, smack down aja akunya biar langsung kembali ke dunia nyata. Bwehehehe. (ini beneran lho!)
- langsing! (hmmmm, ga langsing yang gimana-gimana sih, pengen nurunin berat badan aja)
LANGSING! Bwahaahahaha, I used to say: “gila lo, ajeng langsing??? mungkin banget!!!”. OK, OK. Emang bisa dibilang nggak mungkin langsing sih. Dari kecil aku emang udah bulet sebulet-buletnya! Sykur-sukur sekarang agak berbentuk manusia.
Cuma sejak kuliah, emang sih sempet turun beberapa kilo, walopun nggak banyak. Nah, kemaren-kemaren tuh aku ngerenung: “boooo! aku bisa lho dulu turun berat badan! masa nggak bisa turun lagi???”. Udah gitu aku ngaca dan melihat badan aku yang mulai membulat kembali. Ah, syit! Ditambah lagi, aku ngeliat mantan aku yang makin kurus! Oh, no! Aku makin merasa termotivasi (sebenernya terancam sih) untuk bisa jadi ngurangin berat badan! OK! Fix, tahun ini, aku mau mengurangi berat badan aku! Mungkin aku bakalan manggil instruktur diet terkeren sedunia: Putu Ayu Natya Shina Nandana. Hihihi, Unnie, tolong akuuu!!!!
- BANYAK DUIT!!
Nggak banyak maunya kaaan?? Cuma mau banyak duit doang kok. Nggak minta banyak-banyak. Hahahahahaha. Semoga tahun ini bener-bener bisa kerja sampingan! Lotta things I wanna buy!!! (termasuk that f*cking new macbook white!!! damn you apple!!!!) Habis ini update CV aku ah. Oiya! Aku nggak punya foto!!! OK, OK, OK! Hari senen aku foto!
Kenapa nggak besok aja, Jeng?
Nggak bisa besok. Besok banyak urusan! (Sok sibuk! toyor aku, kawan!). Tapi, emang besok aku nggak bisa sih. Hihihi.
Intinya, sih resolusi aku itu doang. Dikit kaaan? Tapi, makin dikit, makin fokus ngejalaninnya kan? Semoga aja dikasi kelancaran sama Tuhan biar semuanya bisa terrealisasikan. Kalo sampe semuanya bisa terrealisasikan, kan aku bisa mencapai hal-hal lain yang nggak kalah penting di 2010 ini. HIhihi. Doakan akyu yaaa teman-temaan :)
===========================
Ga kerasa deh, kayanya tulisan aku udah panjang banget. Gini nih, aku kalo sebenernya nggak mau nulis apa yang sebenernya mau ditulis (alah, bahasanya belibet). Padahal ya, sebenernya aku tuh tadinya mau curhat kalo aku lagi kangen sama krayon-krayon aku. Tapi takut mereka bosen aku bilang kangen melulu, jadi aja aku nulis ini. Hihihi.
Oiya, ngomongin 2010, kayanya mulai 2010 sekarang aku bakalan ngabisin banyak waktu sama mama. Yaps! She’s back to Bandung! Huwa! Serem juga sih ngebayangin mama tiap hari ada di rumah, memantau semua kegiatan aku mulai dari berangkat kuliah, les, sampai main. Wow! Nggak kebayang! Udah dari kelas 3 SD aku cuma ketemu mama seminggu sekali, dan sekarang tiba-tiba aja bakalan ditemenin mama setiap hari!!! Am I dreaming????
Hiihihihihi, serem deh ngebayangin ada mama di rumah. Pasti setiap menitnya rumahku menggelegar! Hihihihi.
Udah ah, panjang amat nih postingan.
Hweits! Hampir lupa dooong!!! Pengumuman buat para followers aku: (eh, sebelomnya makasih lho sudah memfollow) tahun ini sepertinya aku bakalan lebih jarang reblog dari tumblr orang lain deh. Mungkin aku bakalan lebih sering nulis-nulis nggak jelas tapi panjang lebar kaya begini. Aku kangen aja nulis panjang-panjang, tapi nggak jelas juntrungannya kayak gini. Hihihihi.
OK deeeh! Aku mau update CV dulu deh sekarang sambil santai-santai YMan dan update twitter. Okaiy, see ya later!
Hy peeps! I probably will not post any update for about 1 week. But maybe I’ll keep post some updates on www.selalusayang.multiply.com (the address looks cheesy, rite? ‘Selalusayang’ hihihi). Among my blogs, multiply is the most accessible blog to be accessed from this old blackberry. So, see you there, guys! P.S you probably can’ give any comment on that blog. Because only people who have multiply account can comment on that blog. P.P.S. I know there would not be any comment there, even I’m not sure there’s anyone reads this post. LOL.
I’m gonna go to jakarta tomorrow morning. So I made some preparation in case there would be no internet connection there. I’ve activated my BB internet service to make me keep in touch with my friends. And of course to make sure that I’ll update my blog. And now I’m writing from my BB to test whether I can post tumblr via email. :)